Bagaimana tidak, ini tidak seperti biasanya tidak juga seperti kita, hanya saja kita mungkin terpisah oleh waktu yang sangat lama dengan rantai membelenggu seluruh rasa. Rasa ingin sapa dan disapa seakan memudar diterpa angin yang entah kemana ia. Pribadi menengok dikedalaman rasa, bahwa sesungguhnya masih sangat ada secercah rasa, harapan tentang masa lalu dan masa depan, tapi sangat tidak ada daya karena kita terikat dengan masing-masing rasa itu.
Apakah engkau tahu ?
Atau mungkin juga kau sengaja men-tidak tahukan diri ?
Rasa itu sungguh aneh selalu datang secara tiba-tiba tanpa pribadi meminta, mungkin juga Tuhan saat ini menertawakan kita, melihat sandiwara penuh tipu daya.
Dan pada akhirnya kita memilih masing-masing rasa itu, tanpa ingat rasa itu harus berpulang pada Sang pemilik rasa, yang mengikat erat-erat desetiap pergantian malam, dan melepaskan bebas dipintu-pintu langit ketika fajar diufuk timur, seperti yang telah kita harapkan, tapi tak kunjung terlihat juga.
Diri hanya memohon, janganlah saling acuh, bahkan lupa untuk mengingat rasa yang pernah sempat ada, hanya saja tempatkanlah ia diruang yang memang harus ditempatkan, sehingga tak ada orang yang terluka.
Menghamba dikesendirian untuk selalu melihat rupa berlian dari kejauhan, itu mungkin sudah cukup untuk membahagiakan hati yang sedang merindu.