Rabu, 13 April 2016

Untuk Angin yang Pernah Berhembus di Bulan Desember

Desember kala itu ada angin semilir yang tiba-tiba datang,
meniup bulu mataku, menyibak pesona panca indraku
Desember kala itu pertama hujan turun,
airnya menyeruak dikedalaman hati, yang tak tahu siapa pemiliknya
Desember kala itu angin mulai menyatu dengan hujan,
kata memang pernah berdusta, tapi hati nyatanya tidak
waktu terus berjalan, jarum terseret dan berputar bak parodi malam yang terus bermain-main
Taukah ?
desember terus bergulir dari tahun ke tahun, dari mata ke mata, hingga berujunglah dari mata yang paling dalam untuk melihat desember yang akan datang...
saat ini desember belum juga datang, entahlah
apakah akan ada angin seperti saat itu? ataukah akan ada hujan ?
akupun tak tahu, berhentilah menanyakan itu padaku.
aku bukan peramal waktu,
berdoalah yang terbaik untuk menyatukan desember yang tercitakan oleh mu oleh kita.

Be nice to December :)

Minggu, 08 Maret 2015

My Graduation

Rasa haru setelah menuai kebahagiaan seusai berperang selama 3,5 tahun. Ini lah sedikit yg ak bisa persembahkan :-)
Mungkin pribadi hanya bisa mengucap terimakasih dan maaf, dikedalaman hati masih ada cela yg tak biasa diungkap, mungkin saja karena tak mau menyakiti. Yasudahlah semua sudah berakhir bukan?.. Bukan kah kebahagaiaan datang setelah kesedihan, begitu juga seterusnya. Hidup selalu berputar-putar bagai roda yang menggelinding bebas, hanya perlu sebuah rem yang keras yang bisa menghentikannya.
Pribadi sangat paham, menyayangkan diri karena sebuah pertemuan dengan kalian, menyayangkan karena harus ada sebuah perpisahan :-)
Jika suatu saat nanti diwaktu yang sudah ditentukan kita bertemu kembali, jangan lupa dengan canda dan tawa kita menghadapi semua ini dengan kebahagiaan.
Diri hanya merindu mungkin belum sempat berjabat untuk saat ini. Dikejauhan doa lah yg hanya diri persembahkan untuk kalian yang sedang berperang. Semoga selamat, menerjang badai dkehidupan.
Yang perlu diketahui bahwa pribadi sangat menyayangi kalian dengan rasa hormat tak pernah sedikitpun niat terlintas untuk menyakiti :-)

Jumat, 27 Februari 2015

Megatron

Bagaimana tidak, ini tidak seperti biasanya tidak juga seperti kita, hanya saja kita mungkin terpisah oleh waktu yang sangat lama dengan rantai membelenggu seluruh rasa. Rasa ingin sapa dan disapa seakan memudar diterpa angin yang entah kemana ia. Pribadi menengok dikedalaman rasa, bahwa sesungguhnya masih sangat ada secercah rasa, harapan tentang masa lalu dan masa depan, tapi sangat tidak ada daya karena kita terikat dengan masing-masing rasa itu.
Apakah engkau tahu ?
Atau mungkin juga kau sengaja men-tidak tahukan diri ?
Rasa itu sungguh aneh selalu datang secara tiba-tiba tanpa pribadi meminta, mungkin juga Tuhan saat ini menertawakan kita, melihat sandiwara penuh tipu daya.
Dan pada akhirnya kita memilih masing-masing rasa itu, tanpa ingat rasa itu harus berpulang pada Sang pemilik rasa, yang mengikat erat-erat desetiap pergantian malam, dan melepaskan bebas dipintu-pintu langit ketika fajar diufuk timur, seperti yang telah kita harapkan, tapi tak kunjung terlihat juga.
Diri hanya memohon, janganlah saling acuh, bahkan lupa untuk mengingat rasa yang pernah sempat ada, hanya saja tempatkanlah ia diruang yang memang harus ditempatkan, sehingga tak ada orang yang terluka.
Menghamba dikesendirian untuk selalu melihat rupa berlian dari kejauhan, itu mungkin sudah cukup untuk membahagiakan hati yang sedang merindu.

Senin, 26 Januari 2015

Andai

Andai waktu berjalan mundur
Tanpa mata, tanpa kaki
Andai bisa meminta
Takdir mana yg bisa ditulis
Takdir mana yg harus dihapus
Andai kita jatuh sebelum dewasa
Pintaan luka segeralah kembali
Andai keseimbangan ini semestinya
Tak ada lagi yg namanya jatuh
Bahkan di tempat yg sama
Andai bisa berbuat
Tanpa tangan
Tanpa kaki
Tanpa mata
Tanpa pikir
Semua berjalan semestinya
Andai berjiwa pemberontak
Semua ingin pasti digenggam
Andai nama itu yg seharusnya
Pasti genggaman itu lebih erat
Andai
Andai
Andai
Nama yg sangat indah
Kebak lamunan penuh keindahan
Andai
Seribu andai
Seperti senja yg tak pernah kembali
Indah, dan tak berulang
Andai.......
Tangan tak seperti biasanya
Semua terganti, terbayar oleh denting waktu
Yang tak seorang pun tau
Andai saja aku mengenalmu jauh hari
Andai saja engkau tau, mata ini adalah matanya
Apakah yg akan kau lakukan ?

CINTA ITU SEDERHANA, KALAU TIDAK SEDERHANA
ITU BUKAN CINTA NAMANYA.

Yang Semestinya

Terkadang kita harus "bodoh" sebelum "pintar"
Seperti kepastian memang harus ada "malam" sebelum "siang"
Terkadang kita harus "benci" sebelum "cinta"
Seperti kepastian memang harus ada "perjuangan" sebelum "kemenangan"
Dan di Dunia ini selalu begitu,
Berjejer berdua,
Saling melengkapi,



Senandung malam

Siang memang tlah berlalu,
Begitu pun dng kemarin juga sudah berlalu,
Saat ini pun juga tlah berlalu,
Hanya ada bayangan jatuh.
Bayangan jatuh tepat di depan mata.

Boleh kah bayangan itu tetap jatuh,
Jatuh berulang kali tanpa alasan
Boleh kah bayangan itu tetap jatuh,
Jatuh berulang kali pada tempat yg sama
Hanya begitu, hanya berulang2
Dengan birama waktu yg berbeda.

Jika terlahir "seandainya"
Tiada yg dapat diminta,
Diminta menjauh,
Diminta menghilang,
Dan akhirnya pergi.

Saat ini, hanya bisa melihat
Senyum,
Canda,
Tawa,
Semua tlah kembali,
Hanya saja tak ada raga.
Terlihat jiwa, jiwa yg meronta
Merindu,
Merindu kembali, selalu, dan selamanya.

Hanya bermain waktu,
Doa
Dan harapan.