Desember kala itu ada angin semilir yang tiba-tiba datang,
meniup bulu mataku, menyibak pesona panca indraku
Desember kala itu pertama hujan turun,
airnya menyeruak dikedalaman hati, yang tak tahu siapa pemiliknya
Desember kala itu angin mulai menyatu dengan hujan,
kata memang pernah berdusta, tapi hati nyatanya tidak
waktu terus berjalan, jarum terseret dan berputar bak parodi malam yang terus bermain-main
Taukah ?
desember terus bergulir dari tahun ke tahun, dari mata ke mata, hingga berujunglah dari mata yang paling dalam untuk melihat desember yang akan datang...
saat ini desember belum juga datang, entahlah
apakah akan ada angin seperti saat itu? ataukah akan ada hujan ?
akupun tak tahu, berhentilah menanyakan itu padaku.
aku bukan peramal waktu,
berdoalah yang terbaik untuk menyatukan desember yang tercitakan oleh mu oleh kita.
Be nice to December :)
desember oh desember
BalasHapus