Sempat kaki ini melangkah, tapi tak tahu setapak
mana yang teranut
Sempat tangan ini menyeka, tapi tak tahu sekaan mana yang tergapai
Sempat pikir ini berpacu, tapi tak tahu pacuan mana yang bertepi
Tahun bahkan bertahun-tahun jejak rintihan ini semakin melaju
Melebihi jiwa yang bertuan.
Tuhan,
Debu itu menari-nari mengelilingi perputaran jalan yang tertapaki
Sedangkan matahari mencuri-curi celah dalam rajutan berhelai,
Hanya anginlah yang mengusap lembut permadani tubuh nista ini.
Tuhan,
Bolehkah peluh ini berharap ?
Berharap hanya kembali, kembali seperti Engkau memberikan perputaran dan helaian rajutan,
Ya
Ya benar,
Seperti yang mereka punya.
Sempat tangan ini menyeka, tapi tak tahu sekaan mana yang tergapai
Sempat pikir ini berpacu, tapi tak tahu pacuan mana yang bertepi
Tahun bahkan bertahun-tahun jejak rintihan ini semakin melaju
Melebihi jiwa yang bertuan.
Tuhan,
Debu itu menari-nari mengelilingi perputaran jalan yang tertapaki
Sedangkan matahari mencuri-curi celah dalam rajutan berhelai,
Hanya anginlah yang mengusap lembut permadani tubuh nista ini.
Tuhan,
Bolehkah peluh ini berharap ?
Berharap hanya kembali, kembali seperti Engkau memberikan perputaran dan helaian rajutan,
Ya
Ya benar,
Seperti yang mereka punya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar