Abnormalitas merupakan aktivitas dari perilaku abnormal, dimana abnormal menurut kamus kesehatan adalah menyimpang dari struktur, posisi, kondisi, perilaku biasa yang dianggap normal. Mengacu pada pertumbuhan sel, lesi atau pertumbuhan abnormal dapat bersifat jinak (bukan kanker), prakanker atau premaligna (cenderung menjadi kanker), atau ganas (kanker).
Sedangkan pelaku seni sering disebut sebagai seniman. Menurut kamus besar bahasa indonesia yang dimaksud seniman yaitu orang yang memiliki bakat seni dan berhasil menciptakan serta menggelar karya seni (pelukis, penyanyi, dan sebagainya).
Untuk menentukan apakah perilaku seseorang normal atau tidak normal ternyata tidaklah mudah, perlu beberapa kajian lebih lanjut untuk menjelaskan hal tersebut. Akan tetapi secara umum seseorang dikatakan tidak normal apabila telah menyimpang dari batas-batas kewajaran seperti halnya menampakkan perilaku aneh, tidak lazim, bertentangan dengan norma dan lain sebagainya. Lalu apakah kaitannya abnormalitas dengan para pelaku seni ?
Dalam dunia seni kita sering mendengar nama Leonardo Da VInci, salah satu diantara beberapa ketidaknormalan Da Vinci terletak pada kegilaannya membedah mayat agar dapat mengerti anatomi tubuh manusia, karena Ia berpikir bahwa lukisan dan ilmu pengetahuan mempunyai keterkaitan yang sangat kuat, alhasil dalam lukisannya Dia selalu dengan tepat dapat menangkap gerakan otot dibawah lapisan kulit, sehingga lukisannya sangat cermat dan halus, contohnya adalah sketsa tangannya sendiri yang masih terdokumentasi sampai saat ini. Tidak hanya cermat dan tepat dalam menvisualkan objek yang dilihatnya Da Vinci juga mampu membuat kemisteriusan lukisan Monalisa yang sampai saat ini masih menjadi buronan para peneliti untuk mengungkap apakah makna dalam lukisan tersebut, dari fakta inilah menunjukkan kemampuan tingkat tinggi yang dimiliki oleh Da Vinci. Selain Da Vinci dalam dunia sains kita mengenal Albert Einstein, riset terbaru yang dipublikasikan di jurnal Brain 24 September 2013, seperti diberitahukan Huffington Post, kembali mengungkap keunikan otak sang genius.Riset yang dilakukan oleh Dean Falk tersebut mengemukakan adanya keunikan dalam sistem penghubung antara otak kanan dan kiri, Einstein memiliki kemampuan penglihatan spasial, dan sistematis yang istimewa.
Apakah selain Da Vinci dan Einstein terdapat pula orang-orang abnormal?
Ya tentu saja masih banyak, diantaranya adalah para pelaku seni yang sering juga disebut sebagai seniman. Seniman merupakan daftar manusia yang masuk dalam kategori manusia abnormal yang memiliki pemikiran cerdas seperti layaknya Einstein dan Da Vinci. Karena apa yang dipikirkan, dikonsepkan oleh seorang seniman melebihi batas kewajaran manusia normal pada umumnya, hal ini ada kaitannya dengan kreativitas tingkat tinggi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh psikiater Key Redfield Jamisson, terdapat sejumlah fakta bahwa dibalik kekreativitasan dan prestasi yang luar biasa, tersimpan ketidakstabilan mental, hal inilah yang disebut pula sebagai kegilaan yang berguna. Maka kita sering mendengar bahwa seorang seniman merupakan manusia gila, gila dalam artian positif, karena pada kenyataannya Ia mampu membuat karya seni yang begitu fenomenal, jauh terhempas dari kekakuan formalitas.
Tapi pada kenyataannya tidak semua orang dapat menerima perilaku abnormalitas yang dimiliki oleh para pelaku seni. Entah dari caranya berpikir, perilakunya dalam masyarakat, pekerjaannya yang sering dianggap tidak penting dan lain sebagainya, sering kali para pelaku seni terkucilkan karena keabnormalitasannya. Dapat disimpulkan bahwa perilaku abnormalitas dalam dunia seni dianggap sebagai kewajaran, tetapi kewajaran ini nampaknya tidak berlaku pada masyarakat pada umumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar